Dosa besar

Tampilkan postingan dengan label Dosa besar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dosa besar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2011

Kafirnya Dukun Tukang Sihir




بسم الله الرحمن الرحيم

الحَمْدُ للهِ بَارِئِ الأَنَامِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِهِ أَفْضَلَ صَلاَةٍ وَأَفْضَلَ سَلاَمٍ وَبَعْدُ :

Sesungguhnya tidak ada kesamaran bagi kita bahwa syirik adalah dosa yang terbesar secara mutlak. Allah Ta’ala berfirman :

]إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا[

Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. An-Nisa’ : 48.

Oleh sebab itu ibadah kepada Allah yang terbesar adalah menyebarkan perkataan para Ulama’ yang membantah dan meruntuhkan berbagai syubhat dan tipu daya para penganut dan penyebar kesyirikan.

Diantara yang harus diwaspadai adalah serangan dan tipu daya para dukun, tukang sulap, ahli nujum, paranormal, illusionis dan sebagainya terhadap aqidah Islam.

Perhatikan petikan berita berikut :



Ki Gendeng Ikuti Pertemuan Dukun Voodoo Sedunia di Maladewa
Arfi Bambani Amri – detikcom

22/10/2007 15:33 WIB

Jakarta - ….Ki Gendeng menghadiri pertemuan dukun voodoo sedunia di Maladewa.
"Saya lagi di Maladewa nih. Ada pertemuan paranormal voodoo sedunia di sini," ungkap Ki Gendeng saat dihubungi detikcom, Senin (22/10/2007).
Ki Gendeng mengaku merupakan satu-satunya paranormal dari Indonesia yang diundang. "Karena saya satu-satunya paranormal voodoo di Indonesia," kata Ki Gendeng.
Pertemuan paranormal voodoo atau paranormal yang memakai perantaraan benda fetish ini diikuti juga oleh paranormal voodoo dari Afrika. "Meraka hitam-hitam. Juga ada dari Arab, Melayu dan segala macam. Menariknya, 100 persen orang Maladewa itu Islam lho," kata Ki Gendeng.
….(aba/nrl)

David Copperfield Dibujuk Tetap Sihir Jakarta
Nurvita Indarini - detikcom

22/10/2007 16:40 WIB


Jakarta - Ilusionis asal AS David Copperfield membatalkan tampil di Jakarta dan beberapa kota di Asia . Pihak promotor pun mengirim surat berisi bujukan.
"Promotor dari Singapura, Kuala Lumpur , Bangkok , dan Jakarta mengirim surat kepada kuasa hukum Copperfield. Isinya, sudah banyak orang yang menunggu penampilannya, jadi kami minta dia tidak batal tampil," ujar Presdir Buena Productions Peter Basuki dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (22/10/2007).
Intinya, lanjut dia, 4 promotor itu masih mencari solusi agar semua pihak sama-sama diuntungkan. "Dalam surat juga disampaikan penjualan tiketnya, berapa yang sudah dijual," imbuh Peter.
Surat tersebut dikirimkan pada Senin 22 Oktober ini. Para promotor itu berharap akan mendapatkan responsnya segera.
Menurutnya, tiket pertunjukan Copperfield di Bangkok saja sudah terjual 70 ribu lembar. Sedangkan di Indonesia, tiket yang dijual dengan harga mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta itu sudah terjual 29 ribu lembar…..
(nvt/sss)

Maka saya berkata dengan mengharap taufiq dari Allah :

حَدَّثَنَا شَيْخُنَا أَحْمَدُ النَّجْمِيُّ مُتَّصِلاً بِشَيْخِ الإِسْلاَمِ الإِمَامِ المُجَدِّدِ مُحَمَّدِ بنِ عَبْدِ الوَهَّابِ بنِ سُلَيْمَانَ التَّمِيْمِيِّ النَّجْدِيِّ مِنْ طَرِيْقِ عَلاَّمَةِ عَسَّالِ الوَرْدِ -عَلَى حُدُوْدِ لُبْنَان- أَبِي الظَّاهِرِ العَسَّالِيِّ عَنْ عَبْدِ القَادِرِ القَصَّابِ عَنْ بَكْرِي بنِ حَامِدِ العَطَّارِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الكَزْبُرِيِّ عَنْ مُحَمَّد عَابِد السِّنْدِيِّ عَنِ الإِمَامِ عَبْدِ اللهِ بنِ مُحَمَّدِ بنِ عَبْدِ الوَهَّابِ عَنْ أَبِيْهِ شَيْخِ الإِسْلاَمِ أَنَّهُ قَالَ فِي رِسَالَتِهِ نَوَاقِضِ الإِسْلاَمِ :

السَّابِعُ : السِّحْرُ, وَمِنْهُ الصَّرْفُ وَالعَطْفُ, فَمَنْ فَعَلَهُ أَوْ رَضِيَ بِهِ كَفَرَ, وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى : ]وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ[

Telah menyampaikan kepada kami Syaikhuna Mufti Kerajaan Saudi Arabia Bagian Selatan, Ahmad bin Yahya An-Najmi -Hafizhahullah- dengan sanad yang bersambung sampai kepada Syaikhul Islam Al Imam Al Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman At-Tamimi An-Najdi –Rahimahullah-, beliau berkata dalam risalahnya Nawaqidhul Islam (pembatal-pembatal keislaman) :

Ketujuh : Sihir. Diantaranya adalah sharf (yaitu sihir yang dapat menjauhkan antara suami dengan istri) dan ‘athf (yaitu ilmu pengasih atau pelet). Barangsiapa melakukannya atau meridhainya, maka dia kafir. Dan dalilnya adalah firman Allah Ta’ala :

]وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ [

Artinya : Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang-pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Al Baqarah : 102.

Syaikhuna Ahmad bin Yahya An-Najmi -Hafizhahullah- berkata :



Sesungguhnya Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa belajar ilmu sihir adalah kekafiran dan konsekuensinya bahwa praktek sihir adalah kekafiran.

Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

]وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ[

Artinya : Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh para setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya para setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberikan mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak bermanfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. Al Baqarah : 102.

Ayat ini menegaskan bahwa belajar ilmu sihir adalah kekafiran dan praktek ilmu sihir adalah kekafiran, berdasarkan firman-Nya :

]وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ[

Artinya : Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya para setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia. Al Baqarah : 102.

Dan Allah berfirman :

]وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ[

Artinya : Dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Al Baqarah : 102.

Maka ini menunjukkan bahwa belajar ilmu sihir adalah kekafiran.

Dan diakhir ayat Allah Jalla Min Qail berfirman :

]وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ[

Artinya : Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat. Al Baqarah : 102.

Yaitu, mereka tidak mendapatkan bagian apa-pun di akhirat, bahkan dia termasuk penduduk neraka dan termasuk yang berhak mendapatkan siksa. Ayat ini menegaskan kafirnya orang yang belajar ilmu sihir atau yang mempraktekkannya, sama saja apakah sihir sharf atau ‘athf atau selainnya.

Mayoritas Ulama’ berpendapat bahwa sihir adalah kekafiran, tetapi diriwayatkan dari Asy-Syafi’I yang berpendapat harus dirinci. Dia berkata :

“Kita tanya tukang sihir tersebut : Sifatkan bentuk sihirmu”. Al Umm : 1/256.

Saya berkata : Sesungguhnya pendapat yang mengkafirkan tukang sihir tanpa dirinci adalah pendapat yang benar, berdasarkan keterangan yang tersebut didalam ayat dan berdasarkan riwayat dari Hafshah Radhiyallahu ‘anha bahwa dahulu dia memiliki budak wanita, kemudian budak tersebut menyihirnya, maka dia memerintahkan untuk membunuh budak tersebut.

Dan di dalam hadits Bajalah, dia berkata : “Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu menulis surat (yang berisi perintah) untuk membunuh setiap tukang sihir pria dan wanita”.

Bajalah berkata : “Kami telah membunuh tiga orang tukang sihir”.

Dan dari keterangan atsar-atsar juga menunjukkan –disandarkan kepada ayat yang telah lalu- bahwa sihir tidak mungkin bisa dilakukan kecuali oleh orang yang telah kafir.

Diantaranya adalah atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata :

“Seorang wanita dari penduduk Daumatul Jandal datang kepada saya. Dia bermaksud menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam setelah beliau wafat. Awalnya dia hendak bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan sihir yang belum dia lakukan”.

Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Urwah :

“Wahai anak saudariku, engkau melihat dia menangis ketika dia tidak berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam yang dapat menyelesaikan (masalahnya). Dia menangis sampai saya terharu kepadanya”.

Dia berkata : “Sesungguhnya saya takut menjadi orang yang binasa. Dahulu saya memiliki suami, kemudian dia pergi. Datang seorang wanita tua kepada saya, kemudian saya mengadukan hal tersebut kepadanya”

Maka dia menyarankan : “Jika kamu mau melakukan apa yang aku perintahkan, niscaya aku bisa membuatnya datang kembali kepadamu”.

Pada suatu malam, dia mendatangi saya dengan membawa dua anjing hitam. Maka dia menunggangi salah satunya dan saya mengunggangi yang lainnya. (Dalam perjalanan) tidak terjadi apa-apa sampai kami berhenti di Babil. Ternyata (saya mendapati) dua orang yang tergantung kaki-kakinya. Kemudian keduanya bertanya : “Apa yang mendorongmu datang kemari ?”

Saya menjawab : “Saya akan belajar ilmu sihir”.

Keduanya berkata : “Sesungguhnya kami adalah cobaan (bagimu), maka janganlah engkau menjadi kafir ! Kembalilah !”

Maka saya menolak seraya berkata : “Tidak !”

Keduanya berkata : “Kalau begitu pergilah ke tungku itu, kemudian kencinglah di dalamnya”.

Maka saya pergi tetapi saya takut dan urung saya lakukan, kemudian saya kembali kepada keduanya.

Keduanya bertanya : “Sudah kau lakukan ?”

Saya menjawab : “Ya !”

Keduanya bertanya : “Apakau engkau melihat sesuatu ?”

Saya menjawab : “Saya tidak melihat apa-apa !”

Keduanya bertanya : “Berarti engkau belum melakukannya ! Kembalilah ke negerimu dan janganlah engkau menjadi kafir !”

Maka saya bimbang dan (akhirnya) saya menolak (untuk kembali).

Keduanya berkata : “Kalau begitu pergilah ke tungku itu, kemudian kencinglah di dalamnya”.

Kemudian saya pergi, saya menggigil dan takut, lalu saya kembali kepada keduanya seraya berkata : “Sudah saya lakukan !”

Keduanya bertanya : “Apa yang kau lihat ?”

Saya menjawab : “Saya tidak melihat apa-apa !”

Keduanya berkata : “Engkau dusta, engkau belum melakukannya ! Kembalilah ke negerimu dan janganlah engkau menjadi kafir, maka engkau tetap dalam keadaanmu semula !”

Maka saya bimbang dan (akhirnya) saya menolak.

Keduanya berkata : “Kalau begitu pergilah ke tungku itu, kemudian kencinglah di dalamnya !”.

Maka saya pergi kepadanya dan kencing di dalamnya. Maka saya melihat seorang penunggang kuda bertopi baja keluar dari diri saya. Kemudian pergi ke langit dan menjauh sampai saya tidak melihatnya. Kemudian saya datang kepada keduanya.

Lalu saya berkata : “Sudah saya lakukan !”

Keduanya bertanya : “Apa yang kau lihat ?”

Saya menjawab : “Saya melihat seorang penunggang kuda bertopi baja keluar dari diri saya. Kemudian pergi ke langit dan menjauh sampai saya tidak melihatnya”.

Keduanya berkata : “Engkau benar. Itulah Imanmu, telah keluar darimu ! Pergilah !”

Maka saya berkata kepada wanita tua : “Demi Allah, saya tidak mendapat pengetahuan apa-apa, keduanya tidak berkata apa-pun kepada saya !”

Wanita tua itu berkata : “Tentu ! (Karena) kamu tidak ingin apa-apa, tetapi ambillah gandum ini, kemudian taburkan !”

Maka saya taburkan seraya berkata : “Tumbuhlah !” Maka tumbuhlah.

Dan saya berkata : “Bersemilah !”. Maka ia bersemi.

Kemudian saya berkata : “Rontokkanlah !” Maka ia merontokkannya.

Kemudian saya berkata : “Mengeringlah !” Maka ia mengering.

Kemudian saya berkata : “Tumbuklah !” Maka ia menumbuk.

Kemudian saya berkata : “Jadilah roti !” Maka ia menjadi roti.

Ketika saya melihat diri saya, bahwa tidaklah saya menginginkan sesuatu kecuali terjadi, saya bingung dan menyesal –demi Allah wahai Ummul mukminin !- Saya belum melakukan apa-apa dan tidak akan melakukannya selamanya.

Dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkannya dari Ar-Rabi’ bin Sulaiman secara panjang lebar sebagaimana yang telah lalu. Dan dia menambahkan setelah ucapannya : “Dan saya tidak akan melakukannya selamanya”.

Maka wanita tersebut bertanya kepada para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam yang baru saja beliau wafat –jumlah mereka masih banyak saat itu-. Mereka tidak mengetahui apa yang harus diucapkan kepadanya. Semuanya enggan dan khawatir untuk berfatwa terhadap perkara yang belum mereka ketahui, tetapi Ibnu Abbas atau sebagian Shahabat yang ada disisinya berkata kepada wanita tersebut : “Andaikan kedua orang tua anda atau salah satunya masih hidup”.

Dan diantara hal yang menunjukkan bahwa tidak akan mampu menyihir kecuali dia telah kafir : Para setan yang dikirim melalui sihir pada orang yang disihir berkata : “Sesungguhnya si Fulan yang telah memerintahkan kami. Kami tidak bisa keluar darinya”.

Mereka menyebutkan bahwa ketika para setan itu mengajarkan sihir kepadanya, mereka mensyaratkan kepadanya untuk masuk toilet dengan membawa Al Qur’an, dia kencing diatasnya dan bersandal dengan Al Qur’an terrsebut selama 40 hari.

Maka ini semua menunjukkan bahwa tukang sihir tidak mampu menyihir kecuali setelah menjadi kafir.

Dari sini kami katakan bahwa sihir seluruhnya adalah kekafiran. Dan tukang sihir wajib dibunuh sebagai hukum had. Dan inilah yang tampak (dari keterangan yang ada) walaupun dia menampakkan taubatnya.

Ketahuilah bahwa sihir terbagi menjadi dua macam.

Pertama : Sihir ta’tsir.

Kedua : Sihir takhyil.

Sihir ta’tsir adalah sihir yang mengakibatkan khayalan-khayalan dan lain sebagainya pada orang yang disihir. Dan mempengaruhinya sampai hampir tidak mampu untuk mengendalikan diri. Terkadang bisa berlangsung tahunan, sementara dia tidak mampu merasakan ni’matnya ketentraman dan ni’matnya berakal. Dan jikalau dia dibawa ke rumah sakit dan para dokter memeriksanya secara medis, niscaya mereka akan menyatakan tidak ada penyakit apa-apa.

Dan dari jenis sihir ini terdapat hadits bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah disihir. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata :

“Nabi Shallallahu ’alaihi Wasallam pernah disihir sampai berkhayal telah melakukan sesuatu, padahal tidak melakukan apa-apa. Sampai pada suatu hari –dan beliau berada pada giliran saya-, beliau berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kemudian berkata :

“Apakan engkau mengetahui wahai Aisyah, bahwa Allah telah menjawab apa yang saya minta kepada-Nya tentangnya ?”

Saya bertanya : “Apa itu wahai Rasulullah ?”

Beliau bersabda : “Telah datang kepadaku dua orang, salah satunya duduk di bagian kepalaku dan yang lain duduk di bagian kedua kakiku. Kemudian salah satunya bertanya kepada temannya : “Apakah sakit orang ini ?”

Dia menjawab : “Disihir”.

Temannya bertanya : “Siapa yang telah menyihirnya ?”.

Dia menjawab : “Labid bin Al A’sham Yahudi dari Bani Zuraiq”.

Temannya bertanya : “Disihir dengan apa ?”

Dia menjawab : “Dengan sisir, rambut dan mayang kurma jantan yang sudah kering”.

Temannya bertanya : “Dimana barang-barang tersebut ?”

Dia menjawab : “ Ada di sumur Dzu Arwan”.

Periwayat berkata : Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersama rombongan para Shahabat pergi ke sumur tersebut. Kemudian beliau memandang kepadanya dan diatasnya terdapat sebuah pohon korma, kemudian beliau kembali kepada Aisyah, lalu berkata : “Demi Allah, sungguh airnya seperti genangan hinna’ dan pohon kormanya seperti kepala-kepala setan”

Saya (Aisyah) bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah anda telah mengeluarkannya ?”

Beliau bersabda : “Tidak ! Adapun diriku telah dipulihkan dan disehatkan oleh Allah dan aku khawatir (ia) berpengaruh jelek kepada muslimin”. HR Al Bukhari (5766) dan Muslim (2189).

Sedangkan sihir takhyil adalah apa yang telah Allah sebutkan tentang (kisah) para tukang sihir yang bersama Fir’aun. Allah Azza min Qail berfirman :

]قَالَ أَلْقُوا فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ[

Artinya : Musa menjawab: "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar. Al A’raf : 116.

Dan Allah berfirman :

]قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى[

Artinya : Berkata Musa: "Silakan kalian melemparkan". Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Thaha : 66. Selesai.

Hukum mendatangi para dukun, tukang sulap, ahli nujum, paranormal, illusionis dan sebagainya.

Syaikhuna Ahmad bin Yahya An-Najmi -Hafizhahullah- berkata :

Telah mutawatir hadits-hadits yang shahih yang menunjukkan bahwa barangsiapa datang kepada tukang ramal atau dukun atau ahli nujum, dia bertanya kepada mereka tentang sesuatu dari ilmu ghaib, kemudian dia membenarkan ucapan mereka, maka dia termasuk telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad e. Sebab Al Qur’an telah menunjukkan bahwa hanya Allah yang mengetahui ilmu ghaib. Allah Azza Wa Jalla berfirman :

]إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ [

Artinya : Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Luqman : 34.

Kemudian Syaikhuna Ahmad An-Najmi berkata :

Maka barangsiapa datang kepada tukang ramal atau dukun atau ahli nujum, dia bertanya kepada mereka tentang sesuatu dari ilmu ghaib, kemudian dia membenarkan ucapan mereka, maka dia termasuk telah kafir dengan ayat ini dan tidak beriman dengannya. Sebab konsekuensi beriman dengannya adalah dengan tidak mendatangi para dukun, bertanya kepada mereka, terlebih lagi membenarkan mereka.

Sejumlah ahlul ilmi telah menyebutkan kompromi diantara hadits-hadits ini bahwa barangsiapa mendatangi para dukun, kemudian tidak membenarkannya, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari. Sebab ini adalah sanksi baginya karena mendatangi para dukun.

Adapun barangsiapa mendatanginya, kemudian membenarkannya, maka dia termasuk telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad e.

Padanya terdapat peringatan keras dari mendatangi para dukun, mendengar ucapan mereka dan membenarkan kedustaan-kedustaan mereka. Dan untuk diketahui, bahwa yang demikian tidaklah terjadi melainkan pada diri orang yang lemah iman dan keyakinannya. Selesai dari yang saya ingin nukilkan.

Saudara-saudaraku, marilah kita semakin bersemangat, berjibaku, dan bahu membahu dalam berjihad untuk memberikan pencerahan tentang pentingnya tauhid dan bahayanya syirik. Dan berupaya menyampaikannya seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat muslimin, baik di perkotaan, pedesaan maupun pelosok dengan cara yang termudah. Agar aqidah kaum muslimin terbentengi dengan kuat dari berbagai serangan iblis la’natullah ‘alaih dan bala tentaranya.


Al Faqir ila ‘afwi Rabbihi

Abu Abdillah Muhammad Yahya

11 Syawal 1428 H/22 Oktober 2007 M

Desa Nijamiyah-Kab. Shamithah-Prop. Jazan

Kerajaan Saudi Arabia

Sumber : Salafi-Indonesia@yahoogroups.com
http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=942

Bahaya SMS,,,Hati-Hatilah







Pembaca yang budiman, pasti anda sudah mengenal "SMS" yang kita kenal di HP (short message service). Sepintas jika membaca judul di atas " Bahaya SMS ", mungkin pikiran anda akan lari kepada SMS yang ada di dunia telekomunikasi. Tapi SMS yang dimaksud dalam judul adalah singkatan dari "Syirik Menghancurkan Segalanya". Silahkan baca dan nikmati tulisan ini !!



Apa itu syirik?



Syaikh Muhammad bin Ali Al-Wushobiy-hafizhahullah- berkata, "Syirik itu adalah seorang meyakini bahwa selain Allah ada yang mencipta, memberi rezqi, menghidupkan, mematikan, mengetahui perkara gaib, mengatur alam, atau seorang mengarahkan sejenis diantara jenis-jenis ibadah kepada selain Allah, seperti ruku’, sujud, menyembelih, bernadzar, berdo’a, dan lainnya. Syirik seperti ini mengeluarkan pelakunya dari agama". [Lihat Al-Qoul Al-Mufid (hal. 95), cet. Dar Ibnu Hazm]


Intinya, syirik adalah engkau menjadikan sesuatu tandingan bagi Allah baik dalam perkara uluhiyyah, rububiyyah, nama, dan sifat-sifat-Nya.


Adapun syirik dalam perkara rububiyyah, seperti engkau meyakini bahwa ada pencipta, pemberi rizki, yang menurunkan hujan, menghidupkan dan mematikan selain Allah, mempercayai dukun alias paranormal. Syirik dalam perkara uluhiyyah (ibadah), seperti berdo’a kepada selain Allah, takut, cinta, berharap, bertawakkal kepada selain Allah, bernadzar, menyembelih untuk selain Allah baik itu malaikat, nabi, orang shalih, jin, bintang, pepohonan, bebatuan dan, pesta laut, meminta kesembuhan, berkah, keselamatan kepada wali-wali, lain-lain. Dari sini kita mengetahui kesalahan sebagian orang yang mendefenisikan syirik terbatas hanya pada menyembah kepada berhala saja. Syirik dalam nama dan sifat-sifat-Nya, seperti engkau meyakini bahwa ada selain Allah yang memiliki nama atau sifat-sifat yang khusus bagi Allah. Maka engkau telah berbuat syirik dalam nama dan sifat-sifat Allah.


Sebagian masyarakat kita juga tersebar kesalahan dalam mendefenisikan syirik. Mereka menyatakan bahwa syirik adalah orang yang dengki dan iri. Iri dan dengki bukan syirik, tapi dosa besar !!




Bahaya-bahaya Syirik


Syirik akan Menhancurkan Segala Amalan


Banyak diantara kaum muslimin, karena jauhnya mereka dari ilmu dan agama mereka, sehingga mereka melakukan perbuatan kesyirikan yang mereka anggap sepeleh, bahkan memandangnya sebagai suatu perbuatan yang baik. Mereka tidak sadar bahwa syirik dapat menghapuskan segala amalan mereka. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman mengancam para nabi -Shollallahu ‘alaihim wasallam- andai ia berbuat syirik,


"Itulah petunjuk Allah yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka menyekutukan Allah niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (QS.Al-An’am : 88).


Al-Allamah Abu Sa’id Abdullah bin Umar Al-Baidhowiy-rahimahullah- berkata dalam memaknai ayat ini,"Andaikan para nabi -alaihish sholatu was salam- berbuat syirik, sekalipun mereka memiliki keutamaan dan kedudukan mereka tinggi, maka amalan mereka akan hancur, mereka akan sama dengan yang lainnya dalam kehancuran amalan-amalan mereka disebabkan gugurnya pahala amalan itu".[Lihat Anwar At-Tanzil (hal. 427)]


Adakah orang yang sanggup beramal seperti amalannya para nabi dan rasul? Tentu saja tidak ada. Karena mereka adalah orang-orang yang paling bertakwa kepada Allah dan orang-orang yang paling tahu tentang Allah


Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,


"Sesungguhnya yang paling bertaqwa dan paling mengetahui Allah di antara kalian adalah aku". [HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (20)].


Oleh karena itu, tidak seorang pun dari umat ini yang mampu menandingi Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dalam beribadah kepada Allah. Bahkan begitu tekun, ikhlash dan lamanya beliau dalam melaksanakan shalat malam, sehingga sepasang kaki beliau pecah-pecah akibat lamanya berdiri sebagaimana yang dituturkan oleh A’isyah -radhiyallahu ‘anha-,


"Sesungguhnya Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- biasa melakukan shalat malam sehingga telapak kakinya pecah-pecah". A’isyah bertanya: "kenapa anda melakukan hal ini wahai Rasulullah? Bukankah Allah telah memberikan ampunan kepadamu atas dosa-dosa anda yang telah lalu dan yang akan datang?" beliau menjawab "apakah aku tidak senang menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur". [HR. Al-Bukhariy (4837) dan Muslim (2820)].


Inilah sebagian amalan yang dilakukan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- . Kendati pun demikian Allah -Subhanahu wa Ta’la- mengancam beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan para nabi dan rasul sebelumnya,


"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi) sebelummu jika kamu baerbuat syirik niscaya akan terhapuslah amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi". (QS.Az-Zumar :65 )


Jika Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- saja, makhluk yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah, itu pun diancam dengan ancaman seperti ini, lalu bagaimana dengan kita ?




Pelakunya Semakin Jauh dari Allah


Para Pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa syirik akan membuat seseorang jauh dari Allah dengan sejauh-jauhnya. Bacalah firman Allah -Ta’ala-,




"Dan barang siapa yang menyekutukan Allah maka seolah-olah ia jatuh dari langit kemudian ia disambar oleh burung atau diterbangkan oleh angin ke tempat yang jauh". (QS. Al-Hajj:31 )


Ahli Tafsir Jazirah Arab, Syaikh Abdur Rahman As-Sa’diy-rahimahullah- berkata, "Barang siapa yang meninggalkan keimanan, maka ia ibarat sesuatu yang jatuh dari langit, besar kemungkinan ia mendapatkan penyakit, dan bala’; entah ia disambar burung, lalu ia tercabik-cabik berantakan. Demikian seorang yang berbuat kesyirikan, jika ia tak mau berpegang dengan keimanan, maka ia akan disambar oleh setan dari segala sisi, setan akan mencabik-cabiknya, dan akan menghilangkan agama dan dunianya".[Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hal.538)]


Orang yang berbuat syirik akan semakin tersesat hidupnya di dunia ini. Adakah kesesatan yang lebih besar daripada kesesatan seseorang yang menganggap dirinya sedang melakukan pendekatan kepada Allah, namun pada hakikatnya ia semakin terlempar jauh dari Allah. Dia mengharapkan derajatnya naik ke surga, padahal hakikatnya ia tengah turun ke jurang neraka yang paling bawa sebagai tempat kembali yang paling buruk? Mereka ini laksana kaum yang dikabarkan oleh Allah,


"Ingatlah hanya kepunyaan Allah lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), "Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka (sesembahan) itu mendekatkan kami kepada Allah sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar". (QS. Az-Zumar : 3 ).


Oleh karena itu, kesyirikan telah menutup mata mereka dari al-haq. Mereka memandang perbuatan-perbuatan syirik sebagai perbuatan yang baik. Mereka berusaha melestarikan syirik dengan alasan budaya sehingga muncullah istilah "Cagar Budaya". Padahal amalan yang disertai syirik –walau dianggap baik- akan dibinasakan oleh Allah; tak berguna bagi pelakunya, bahkan merugikan pelakunya.


Allah-Subhanahu wa Ta’la- telah kabarkan,


"Katakanlah (wahai Muhammad) apakah akan kami kabarkan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amalannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini. Sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah perbuat sebaik-baiknya mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rob mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan (dengan Dia) maka terhapuslah amalan-amalan mereka dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat". (QS. Al-Kahfi: 103-104).


Begitulah kalau seseorang sudah melampaui batas dirinya sebagai makhluk. Ia akan hidup di dalam kegelapan-kegelapan. Perhatikanlah firman Allah -Subhanahu wa Ta’la-,


Allah -Subhanahu wa Ta’la- juga berfirman,


"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian kami hidupkan dan kami berikan kepadanya cahaya yang terang yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan". (QS. Al-An’am:122 ).


Kita berlindung kepada Allah dari kebutaan hati, karena hati yang buta akan melihat tauhid sebagai syirik, sunnah sebagai bid’ah, sesuatu yang ma’ruf sebagai kemungkaran.




Dosa yang Tidak Terampuni


Saudaraku, takutlah kalian kepada syirik ! Sebab syirik adalah dosa yang paling besar di sisi Allah, tidak dimaafkan di hari kiamat, jika pelakunya tidak bertaubat darinya sebelum ajal tiba. Karena Allah -Ta’ala- telah menyatakan di dalam kitabnya yang mulia,


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni selain dari dosa syirik itu bagi siapa yang dikehendakinya". QS.An-Nisa : 48 & 116)


Ahli Tafsir Negeri Yaman, Muhammad bin Ali Asy-Syaukaniy-rahimahullah- berkata Fathul Qodir (1/717), "Tak ada khilaf di antara kaum muslimin bahwa seorang yang berbuat syirik, jika ia mati di atas kesyirikan, maka ia bukanlah termasuk orang berhak mendapatkan ampunan yang Allah anugrahkan kepada orang yang tidak berbuat syirik sebagaimana yang dituntut oleh kehendak-Nya".


Ayat ini menunjukkan betapa besarnya dosa syirik ini, hingga Allah -Ta’ala- tidak mau mengampuninya. Padahal Allah -Ta’ala- memiliki ampunan yang sangat luas, rahmat dan kasih sayang yang paling sempurna; amat mencintai hamba-hamba-Nya, melebihi cintanya seorang hamba kepada dirinya sendir!! Sekalipun demikian, Allah -Ta’ala- tidak akan mengampuni dosa pelaku kesyirikan. Kenapa? Karena mereka telah berbuat zholim kepada Allah. Mereka tinggal di bumi Allah,mereka makan dari rizki Allah; mereka hidup dengan nikmat-nikmat Allah; Semua fasilitas-fasilitas yang mereka butuhkan, semua itu datangnya dari sisi Allah. Namun mereka tidak mau beribadah hanya kepada Allah -Ta’ala- semata. Mereka justru beribadah, bersyukur dan meminta kepada mahluk yang tidak memiliki apapun, walaupun hanya seekor lalat.


Oleh karena itu, Luqman berwasiat kepada anak-anaknyaagar menjauhi kesyirikan karena syirik merupakan kezholiman yang terbesar.sebagaimana firman Allah -Ta’ala-,


"Dan (ingatlah)ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya,"Hai anakku janganlah kamu menyekutukan Allah,sesungguhnya menyukutukan (Allah)adalah benar-benar kezholiman yang besar" (QS. Luqman:13 ).


Sahabat Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu- berkata,


"Aku bertanya kepada Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dosa apakah yang paling besar di sisi Allah? Beliau menjawab: "Kamu menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dia yang telah mencipatakan kamu". Aku berkata: "Itu memang dosa yang sangat besar lalu apa lagi? Beliau pun menjawab: "Kamu membunuh anakmu karena takut ia akan makan bersamamu". Aku bertanya: "Lalu apa lagi?" beliau menjawab: "Kamu berzina dengan istri tetanggamu". [HR.Al-Bukhariy (7560) dan Muslim (86)].


Nash-nash ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada dosa yang lebih besar daripada syirik (menyekutukan Allah)




Diharamkan Surga bagi Pelaku Kesyirikan


Masuk ke dalam surga adalah harapan bagi setiap orang. Tidak ada satu hati pun, kecuali pasti merindukan masuk ke dalamnya. Tiada satu telingan pun yang bosan mendengar kabar-kabarnya. Karenanya, betapa celakanya jika ada orang yang diharamkan untuk merasakan kenikmatan dan keindahan surga. Itulah pelaku kesyirikan; Allah haramkan surga bagi mereka sebagai azab yang paling menghinakan disebabkan ke-syirik-an mereka. Allah berfirman,


"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah akan mengharamkan baginya surga dan tempat kembalinya ialah neraka tidalah ada bagi orang-orang yang dholim itu seorang penolong pun". (QS.Al-Maidah :72 ).


Al-Allamah Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah-rahimahullah- berkata dalam Al-Jawab Al-Kafiy (hal.89), "Tatkala kesyirikan kepada Allah meniadakan maksud (penciptaan) ini, maka syirik menjadi dosa besar yang paling besar secara mutlak. Allah telah mengharamkan surga bagi setiap pelaku syirik; Dia halalkan darah, harta, dan keluarganya bagi orang yang bertauhid; Allah halalkan orang bertauhid menjadikan mereka sebagai budaknya, karena mereka tidak melaksanakan tugas peribadahan kepada Allah. Allah –Subhanahu- enggan untuk menerima amalan seorang yang berbuat syirik; enggan menerima syafa’at atau menerima do’a mereka di akhirat; enggan menerima ma’af mereka".


Allah -Ta’ala- telah menghikayatkan di dalam Al-Qur’an tentang orang-orang yang diharamkan untuk merasakan kenikmatan di dalam surga "Dan penduduk neraka memanggil penduduk surga, tuangkanlah air kepada kami atau dari apa-apa yang Allah telah rezkikan kepada kalian. Penduduk surga berkata: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang yang kafir" .((QS.Al-A’raf :50 ).


Mengingat sedemikian gawatnya masalah syirik, maka kita berharap mudah-mudahan Allah berkenan melindungi kita dari perbuatan syirik, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan mematikan kita di atas tauhid.


Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 41 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)


http://almakassari.com/?p=189




BONUS SPESIAL KLIK DISINI